Operator borland C++ (Bagian 2)

Assalamualaikum wr wb
balik lagi nih, setelah ngepos Operator borland C++ (Bagian 1) nah ane mau ngebagi bagian 2 tentang operator pada borland C++ langsung aja check this pos.

Operator Relasi 
Operator Relasi digunakan untuk membandingkan dua buah nilai. Hasil perbandingan operator ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).
Tabel Operator Relasi
Contoh :
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>

main( )
{
float a, b, c, d, e, f, x, y;
clrscr( );
cout<<"Masukan Nilai X = "; cin>>x;
cout<<"Masukan Nilai Y = "; cin>>y;
a = x == y;
b = x != y;
c = x > y;
d = x < y;
e = x >= y;
f = x <= y;
cout<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" == "<<y<<" = "<<a<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" != "<<y<<" = "<<b<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" >  "<<y<<" = "<<c<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" <  "<<y<<" = "<<d<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" >= "<<y<<" = "<<e<<endl;
cout<<"Hasil dari "<<x<<" <= "<<y<<" = "<<f<<endl;
getch( );
}

Operator Logika
Operator Relasi digunakan untuk menghubungkan dua buah operasi relasi menjadi sebuah ungkapan kondisi. Hasil dari operator logika ini menghasilkan nilai numerik 1 (True) atau 0 (False).
Tabel Operator Relasi


Operator Logika AND
Operator logika AND digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap BENAR, bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR.
Tabel Logika And

Contoh :
Ekspresi Relasi-1 ==> A + 4 < 10
Ekspresi Relasi-2 ==> B>A + 5
Ekspresi Relasi-3 ==> C - 3 >= 4
Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi;
A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4
Jika nilai A = 3; B = 3; C = 7, maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai:
• Ekspresi Relasi-1 ==> A + 4 < 10 ==> 3 + 4 < 10 ==> BENAR
• Ekspresi Relasi-2 ==> B > A + 5  ==> 3 > 3 + 5   ==> SALAH
• Ekspresi Relasi-3 ==> C – 3 >= 4 ==> 7 – 3 >= 4 ==> BENAR
Dari ekspresi relasi tersebut mempunyai nilai BENAR, maka
A+4 < 10 && B>A+5 && C–3 >= 4 ==> SALAH = 0

Contoh Program Logika AND :
/* Penggunaan Operasi Logika AND */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>

main( )
{
float a, b, c, d, e, f, g, h;
clrscr( );
cout<<"Masukan Nilai A = "; cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B = "; cin>>b;
cout<<"Masukan Nilai C = "; cin>>c;
// Proses
d = a + 4 < 10;
e = b > a + 5;
f = c - 3 >= 4;
g = d && e && f;
cout<<endl<<endl;
cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl;
cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10  adalah "<<d<<endl;
cout<<"Hasil dari e = b > a + 5   adalah "<<e<<endl;
cout<<"Hasil dari f = c - 3 >= 4  adalah "<<f;
cout<<endl<<endl;
cout<<"Hasil dari g = d && e && f adalah "<<g<<endl;
getch( );
}

Operator Logika OR
Operator logika OR digunakan untuk menghubungkan dua atau lebih ekspresi relasi, akan dianggap BENAR, bila salah satu ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai BENAR dan bila semua ekspresi relasi yang dihubungkan bernilai SALAH, maka akan bernilai SALAH.
Tabel Logika Or

Contoh
Ekspresi Relasi-1 ==> A + 4 < 10
Ekspresi Relasi-2 ==> B>A + 5
Ekspresi Relasi-3 ==> C - 3 > 4
Penggabungan ketiga ekspresi relasi diatas menjadi;
A + 4 < 10 || B > A + 5 || C – 3 > 4
Jika nilai A = 3; B = 3; C = 7, maka ketiga ekspresi tersebut mempunyai nilai:
• Ekspresi Relasi-1 ==> A + 4 < 10 ==> 3 + 4 < 10 ==> BENAR
• Ekspresi Relasi-2 ==> B > A + 5  ==> 3 > 3 + 5   ==> SALAH
• Ekspresi Relasi-3 ==> C - 3 > 4    ==> 7 – 3 > 4   ==> SALAH
Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR, maka ekspresi tersebut tetap bernilai BENAR.
A + 4 < 10 || B > A + 5 || C – 3 > 4 ==> BENAR = 1

Contoh Program Logika OR :
/* Penggunaan Operasi Logika OR */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>

main()
{
float a, b, c, d, e, f, g, h;
clrscr( );
cout<<"Masukan Nilai A = "; cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B = "; cin>>b;
cout<<"Masukan Nilai C = "; cin>>c;
d = a + 4 < 10;
e = b > a + 5 ;
f = c - 3 > 4;
g = d || e || f;
cout<<endl<<endl;
cout<<"Program Ekspresi AND"<<endl<<endl;
cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10  adalah " <<d<<endl;
cout<<"Hasil dari e = b > a + 5   adalah " <<e<<endl;
cout<<"Hasil dari f = c - 3 > 4   adalah " <<f;
cout<<endl<<endl;
cout<<"Hasil dari g = d || e || f adalah " <<g<<endl;
getch( );
}
Contoh Program Logika AND + OR :
/* Penggunaan Operasi Logika AND OR*/
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>

main( )
{
float a, b, c, d, e, f, g, h;
clrscr( );
cout<<"Masukan Nilai A = "; cin>>a;
cout<<"Masukan Nilai B = "; cin>>b;
cout<<"Masukan Nilai C = "; cin>>c;
// Proses
d = a + 4 < 10;
e = b > a + 5;
f = c - 3 >= 4;
g = d || e && f;
cout<<endl<<endl;
cout<<"Program Ekspresi AND / OR"<<endl<<endl;
cout<<"Hasil dari d = a + 4 < 10 adalah " <<d<<endl;
cout<<"Hasil dari e = b > a + 5 adalah " <<e<<endl;
cout<<"Hasil dari f = c - 3 >= 4 adalah " <<f;
cout<<endl<<endl;
cout<<"Hasil dari g = d || e && f adalah " <<g<<endl;
getch( );
}


Operator Logika NOT
Operator logika NOT akan memberikan nilai kebalikkan dari ekspresi yang disebutkan. Jika nilai yang disebutkan bernilai BENAR maka akan menghasilkan nilai SALAH, begitu pula sebaliknya. Contoh :
Ekspresi Relasi ==> A + 4 < 10
Penggunaan Operator Logika NOT diatas menjadi;
!(A+4 < 10)
Jika nilai A = 3; maka ekspresi tersebut mempunyai nilai:
• Ekspresi Relasi-1 ==> A + 4 < 10 ==> 3 + 4 < 10 ==> BENAR
Dilihat ekspresi diatas salah satu ekspresi tersebut mempunyai nilai BENAR dan jika digunakan operator logika NOT, maka ekspresi tersebut akan bernilai SALAH
!(A+4 < 10) ==> !(BENAR) = SALAH = 0

Contoh Program Logika NOT:
/* Penggunaan Operasi Logika NOT */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
#include <iostream.h>

main( )
{
int a, b, c;
clrscr( );
cout<<"Masukan Nilai A = ";
cin>>a;
/* Proses */
b = (a + 4 < 10);
c = !(b);
cout<<endl<<"Program Ekspresi NOT "<<endl;
cout<<"Nilai A = "<<a<<endl;
cout<<"Nilai b = (a + 4 < 10) = "<<b<<endl;
cout<<"Nilai c = !(b) = "<<c;
getch( );
}

mungkin sekian untuk bagian 2, tunggu bagian 3 di kota anda hehe,....
baca juga :
==>  Operator borland C++ (Bagian 1)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »